Posts

Showing posts from July, 2011

Colour is my day-long obsession

Image
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina
Untung saja ada jalan lain untuk sekadar merasa bahagia. Kalau tidak aku sudah bunuh diri tiga tahun yang lalu. Hehehe. Bahwa menggambar memang memberiku nafas baru untuk kembali bergelut di jalanan. Jalanan yang kadang membosankan. Tapi syukurlah aku tak merasa bosan.
Sebab, hidup adalah bagaimana kita memilih warna. Warna yang kita lebih mewakili kita. Atau barangkali warna itu yang menjadikan hidup kita indah.

Blog ini sedang diikutsertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

Kuliah Bersama Cak Nun

Image
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret.
Kompetisi
Web
Kompas
 MuDA
Pertamina
Mengesankan. Karikatur ini kubuat dalam malam yang serasa cepat. Sebab, esok harinya gambar ini harus sudah beralih tangan ke Emha Ainun Najib (Cak Nun).
Gambar ini sebagai kenang-kenangan untuk Cak Nun yang sempat memberikan kuliah sekaligus hiburan di IAIN Walisongo.

Blog ini sedang diikutsertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

Sketsa Rusunawa

Image
Satu senja, saat orang-orang bergelut dengan kesibukannya, aku menepi di pinggir taman itu. Lalu kutampak sebuah bangunan yang megah di pojok sana. Sayup-sayup terdengar canda tawa para penghuninya. Aku dari sudut paling kanan, membuat coretan seperti ini.

Blog ini sedang diikutsertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

Kitalah Saksi Itu

Image
(Suara Merdeka, Minggu 12 Juni 2011)

Kawan muda, hidup serupa perjalanan amat panjang yang melelahkan. Banyak pertunjukan yang dapat ditonton  sepanjang jalan itu. Namun  terkadang kita bosan dengan tontonan itu. Bahkan pada tontonan yang kita lakukan sendiri. Nilai-nilai kesalehan yang musti kita junjung tinggi terkalahkan dengan kesalahan berulang-ulang. Setidaknya itu tampak pada figur pemimpin kita. Mereka yang seharusnya menjadi panutan bagi kaum muda telah memberikan contoh yang tidak baik. Tindakan korupsi misalnya selalu dilihatkan kepada kita. Itu terjadi berulang-ulang yang ditayangkan di berbagai media. Sehingga tak kita sadari telah menjadi asupan sehari-hari. Kita rindu sekali dengan uswatun khasanah (contoh yang baik) dari para pemimpin kita. Namun apa yang bisa kita lakukan jika hal itu tak bisa kita temu di negeri pancasila ini? Janganlah takut. Hari esok adalah milik kita. Ya, suatu saat kitalah pemegang estafet kepemimpinan di negeri ini. Dan itulah saatnya kita tunjuk…

Rindu yang Kurahasiakan

Image
(Koran Opini 08-06-2011)
1/
tiba-tiba aku membeku
sekujurku membatu
dingin merayapi hati                 
menyergap pikiran
menjelma renungan

lalu kutaut wajah samar
dalam terawangan angan
nampak jauh dan remang
di tepi pantai seberang
bersedeku menatap cahaya bulan

kukirim sepotong kisah
kularungkan dalam sebait sajak
berharap kau membacanya
tentang rindu
yang kuselipkan tanda tanya
usai kalimat kepulangan
2/
barangkali pantai di sana lebih indah
hingga kau putuskan pindah
dari rautku ke laut biru

aku memang dangkal
tak sedalam yang kau idamkan
tapi aku punya rindu
lebih biru dari lautan itu

cobalah tengok sekali lagi
catatan senja di musim semi
kau tuliskan sebuah janji
aku mengamini
3/
masih kuihtikarkan rindu
sampai kau datang mengadu
saat senja melukis wajahmu
dengan raut berkerut

sampai kau telusuri peta tua
dan jari telunjukmu berhenti
pada sebuah kota
yang setia menjadi nota

sampai kau paksa aku
mengalah pada waktu
perlahan mengkaburkan
lalu menidurkan

17-20 Januari 2011