Posts

Showing posts from June, 2012

Menyambut Kebijakan BOPTN

Image
Suara Merdeka, 16/6/2012

Kita bisa sedikit lega, sebab akses untuk masuk ke pendidikan tinggi kian terbuka lebar.
Ya, belum lama ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kebijakan baru terkait Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

KEBIJAKAN ini digadang mampu memecahkan per soalan biaya kuliah yang relatif mahal (SM, 6/6).BOPTN merupakan bantuan biaya dari pemerintah yang diberikan pada perguruan tinggi (PT) untuk mengemban misi keterjangkauan layanan pendidikan. Bantuan tersebut untuk menekan biaya pendidikan tinggi yang masih “mahal“.

Sejak diterbitkannya Perpres No 77/2007 tentang bidang-bidang usaha yang tertutup dan terbuka untuk penanaman modal, pendidikan masuk dalam bidang usaha tersebut.
Usaha pendidikan tersebut mencakup bidang usaha pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi dan nonformal.

Dengan adanya peraturan tersebut, secara tidak langsung pemerintah telah merombak paradigma pendidikan nasional. Sofian Effendi dalam tulisannya ”Rep…

Tantangan Berat Pers Mahasiswa

OKEZONE, Rabu, 30 Mei 2012
DULU, ketika masa Orde Baru (Orba),  pers mahasiswa (persma) mampu menjadi media alternatif untuk melakukan kontrol sosial. Kebebasan pers umum waktu itu telah dibelenggu oleh kebijakan-kebijakan rezim Soeharto. Orba dengan ganas mengeluarkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP)  untuk memberangus kebebasan pers pada masa itu. Hanya persma yang bisa bersuara dengan bebas.  


Namun, di era reformasi gairah persma mulai meredup. Persma tak lagi mampu menjadi media alternatif yang berani bersuara kritis seperti pada masa Orba. Kini, gerak persma malah terbelenggu kebijakan birokrasi kampus.

Banyak kawan aktivis persma yang berbagi keluh-kesah soal kebijakan kampus yang membelenggu kebebasan mereka. Mereka tak akan mendapat suntikan dana dari kampus, jika karya jurnalistiknya menyudutkan pihak birokrasi. Karena faktor itu, kini persma tak lebih sebagai media untuk pencitraan kampus.  

Ketajaman pena persma mulai tumpul. Persma tak mampu lagi menyuarakan kebenaran…