Posts

Showing posts from January, 2015

Berkenalan dengan Ribuan Spesies Tanaman Khas Kalimantan

Image
Tulisan ini pernah dipulikasikan di Tribun Jateng

Wisata ke Kebun Raya Balikpapan

UDARA segar dan rerimbunan hijau yang meneduhkan. Itulah yang akan Anda rasakan ketika memasuki kawasan Kebun Raya Balikpapan (KRB). Di tempat ini, mulai dari tanaman obat-obatan hingga pohon kayu yang tinggi menjulang bisa Anda jumpai. Setiap jenis tanaman di kelompokkan tersendiri dalam suatu taman yang tertata rapi.

Tak hanya itu, di samping tanaman tersebut juga terdapat papan nama berukuran kecil yang mendeskripsikan ihwal tanaman. Mulai dari nama ilmiah hingga asal suku spesies tanaman. Sedangkan untuk taman yang berisi pepohonan besar, dipasang papan nama yang berukuran cukup besar.  Dengan adanya papan nama tersebut, Anda tak hanya dimanjakan dengan keasrian hutan lindung di kawasan ini. Tetapi juga bisa mengenali ribuan tanaman yang ada. Mulai dari yang terkecil hingga setinggi 25 meteran.

Di Bintawa Park (Srtocarpus anisophhylus Miq), Anda akan menjumpai pohon setinggi 30 meteran dengan gar…

Perjalanan ke Borneo #2: Waktu dan Jarak kian Berimpit

Image
SELASA, 11 November 2014. Hari keberangkatan ke tanah Borneo telah tiba. Saya tak banyak persiapan. Hanya menyempatkan sehari sebelumnya untuk pulang ke kampung halaman di Kudus. Bertemu ayah dan ibu. Bagi mereka, jauh dari anak-anak sudah menjadi hal biasa. Saudara-saudara saya sudah terbiasa merantau.
Saya berangkat bersama seorang kawan, Hermawan Endra Wijonarko. Dia adalah teman reporter seangkatan. Sebelumnya, dia bertugas di daerah, Kota Pekalongan dan sekitar. Baru saja mendapat tugas baru di desk ekonomi di Semarang, mendadak dia harua ikut ke Kalimantan Timur.

Perjalanan ke Borneo #1: Mendadak Tapi Asyik

Image
SAYA lupa, siang itu hari apa dan tanggal berapa. Yang jelas pertemuan itu dua minggu tepat sebelum 11 November 2014. Korlip Tribun Jateng Tri Mulyono, saya lebih familiar dengan panggilan Cak Ono mengirim pesan singkat lewat BBM. Dia memintaku untuk ke kantor menemui Pemimpin Redaksi, Musyafi pada sore hari. Katanya, ada info "penting".

Karena tak banyak agenda liputan siang itu saya langsung merapat ke Mabes Tribun di Jalan Menteri Supeno Nomor 15 Semarang. Memang belum waktunya sebagaimana permintaan Korlip. Tetapi, siang itu Pemred sudah berada d kantor. Begitu juga Korlipnya.

Tanpa menunggu sore hari, Pemred dan Korlip pun mengajak saya ke ruangannya. Dia meminta menutup rapat pintu. Meski ditutup, sebenarnya terlihat dari luar ruangan kami tengah bercakap-cakap. Teman-teman reporter yang kebetulan ngantor sepertinya penasaran. Begitu juga saya. Apa info penting yang hendak disampaikan?

"Begini, jiwa petualanganmu masih ada atau tidak?" Cak Syafi memulai per…

Komunitas di Balikpapan Galang Dana untuk Korban Longsor Banjarnegara

Image
Risma dkk Ngamen Pakai Lagu ReggaeBanyak cara untuk membantu orang yang terkena musibah. Anak-anak muda di Balikpapan menggelar aksi ngamen di jalan untuk menggalang dana.LALU lintas di Jalan Jenderan Sudirman Balikpapan cukup padat, Minggu (21/12/2014). Sejumlah anak muda berkerumun di median jalan depan Lapangan Merdeka. Mereka tampak ceria. Satu di antaranya membawa kotak dari kardus bekas bertuliskan "Balikpapan Peduli Negeri Donas Korban Tanah Longsor Banjarnegara."Sementara yang lainnya memainkan musik dan menyanyikan lagu. Berbekal alat musik gitar dan kendang, mereka melakukan aksi ngamen di jalan. Lagu Reggae dinyanyikan bersama-sama.Risma Wahyu (24) satu di antara pemuda itu terlihat enjoy. Sambil bergoyang, anggota komunitas RG Production itu menerima uluran dari para pengendara yang melintas. Tak sedikit dari pengendara yang melintas itu memberikan selembar uang rupiah. Senyum mengembang pun terpampang di wajah Risma.Di lokasi yang lain, anggota lainnya juga mela…

Ini Kisah Warga Grobogan yang Merantau di Samarinda (2)

Image
Sejumlah warga Grobogan yang merantau ke Samarinda mengajak serta anak-anaknya. Anak-anak itu juga ikut membantu bekerja. Beberapa di antaranya putus sekolah.
KEDATANGAN ratusan warga Grobogan Jawa Tengah di Samarinda sempat membuat kaget ketua RT setempat, Muchsen dan istrinya Halimah. Menurut ketua RT 11 Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir itu, setahun lalu rombongan pemulung tak sebanyak itu.
"Lama-lama kok jumlah gerobaknya semakin banyak. Mangkalnya juga di sini (di depan rumah)," kata Halimah sedikit heran.
Halimah justru prihatin lantaran beberapa anak yang diajak mereka tak bersekolah. Di antaranya adalah anak-anak Munarti (45).

Ini Kisah Warga Grobogan yang Merantau di Samarinda (1)

Image
Ratusan warga Grobogan, Jawa Tengah beramai-ramai merantau ke Samarinda, Kalimantan Timur. Sehari-hari mereka hidup dari penghasilan memulung barang-barang bekas. Berikut kisahnya.
GERIMIS merintis di Kota Samarinda, Sabtu (29/11) pagi. Langit tampak gelap ketika Tribun Jateng berkunjung ke Kelurahan Sidomulyo RT 11, Samarinda Ilir. Di sebidang tanah yang lapang, tepatnya di depan rumah ketua RT 11, puluhan warga menyambut. Rupanya, mereka tengah menanti kehadiran Tribun sejak pukul 07.00 WITA.