Posts

Showing posts from February, 2013

Doktor Dan Intelektualisme Organik

Kuantitas doktor di negeri ini masih minim. Dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 241 juta jiwa, hanya 25 ribu orang yang bergelar doktor. Jumlah yang relatif kecil itu menunjukkan bahwa negara ini belum layak menyandang predikat “negara maju.”
Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  menunjukkan, dari satu juta penduduk di Indonesia, hanya ada 98 orang doktor.  Indonesia tertinggal  jauh dengan Jepang.  Negara Sakura itu memiliki 6.418 doktor dari setiap satu juta penduduknya. Maka, demi mendongkrak angka, Dirjen Pendidikan  Tinggi (Dikti) Kemdikbud Djoko Santoso mematok  target, pada 2015 Indonesia memiliki 100 ribu orang doktor  (Sindo, 26/12). Berbagai upaya pun direncanakan pemerintah untuk mencapai target itu.  Misalnya, menyiapkan berbagai program beasiswa doktoral dan kerjasama dengan perguruan tinggi (PT) luar negeri. Program beasiswa itu diharapkan mampu mengakomodasi masyarakat secara umum, mengingat  beasiswa doktoral sejauh ini hanya di…

Dukungan untuk 100 Hari Jokowi

Pekan ini genap 100 hari Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) memimpin DKI Jakarta. Gebrakan serta terobosan baru telah dilakukan.
Sejak dilantik pada 15 Oktober 2012, Jokowi langsung tancap gas membenahi birokrasi DKI Jakarta. Ia pun melakukan blusukanke seantero Jakarta demi melihat kesiapan aparat. Ia tak ingin ada jajarannya yang ndablek. Pemimpin yang mengusung slogan “Jakarta Baru”  itu juga sudah pasang kuda-kuda dalam hal menangani banjir Jakarta. Lawatan ke provinsi tetangga sudah dilakukan untuk menjalin kerjasama menangani banjir. Ya, kawasan Banten dan Jawa Barat merupakan daerah hulu sungai-sungai di Jakarta. Hubungan harmonis perlu dijalin.

Melawan Korupsi Dengan Kesenian

Image
Kompas, 22/01/2013

Ruang Auditorium II Kampus 3 IAIN Walisongo, Semarang, tampak riuh dengan suara peserta dan penonton konser. Sepasang penari berkostum warna hitam-putih membawakan tarian sufi. Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi agama Islam (PTAI) yang memadati ruang itu pun terkesima. Ruang auditorium disulap menjadi panggung atraktif. Lampu-lampu yang ditata minimalis menyorotkan sinarnya ke panggung. Tarian tersebut adalah pentas pembuka malam konser paduan suara yang digelar UKM Musik IAIN Walisongo Semarang. Acara yang bertajuk ”Anti Choirruption Concert” itu diadakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Pembawa acara, Reza dan Iyut, mengungkapkan istilah ’Choirruption’ yang merupakan gabungan dari kata choir yang berarti paduan suara dan corruption yang berarti korupsi.

Untung Rugi Uang Kuliah Tunggal

Suara Merdeka, 23/02/2013

Beberapa waktu lalu, Direktorat Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menerbitkan surat edaran untuk para pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia. Surat bernomor 97/E/KU/2013 itu berisi dua poin penting yang harus dilaksanakan PTN tahun ini. Dalam surat itu disebutkan, PTN harus menghapus uang pang­kal dan melaksanakan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru S1 reguler mulai tahun akademik 2013/2014. Sebenarnya hal itu sudah lama disosialisasikan. Untuk penghapusan uang pangkal bagi mahasiswa, banyak PTN yang siap me­laksanakan. Asumsinya, penerimaan uang pangkal yang biasa ditarik PTN di awal semester  bisa di­tutup dengan Bantuan Opera­sio­nal PTN (BOPTN) yang akan digelontorkan pemerintah dalam waktu dekat ini.  Namun, untuk melaksanakan UKT, masih menuai pro kontra.