Skip to main content

Kompetisi Seni Lukis: Jakarta Art Award 2012



Tema
Pada tahun penyelenggaraan ke-empat Jakarta Art Award kali ini, Pihak penyelenggara telah menentukan tema kompetisi, yaitu Dunia Ideal (Menafsirkan Kehidupan yang Sempurna).
Syarat dan Ketentuan
Lukisan tidak dibatasi kategori (kontemporer, modern, post tradisional, tradisional, klasikal, dan lain-lain).
Media bebas. Bersifat 2 dimensional. Boleh menggunakan bantuan kolasi atau instalasi.
Indonesia:Berukuran minimal bersisi 50 cm. Maksimal bersisi total 200 cm.
Internasional:Berukuran minimal bersisi 50 cm. Maksimal bersisi total 120 cm.
1. Peserta minimal berusia 15 tahun (terhitung sejak 1 Januari 2012).
2. Peserta menyertakan fotocopy KTP atau identitas lainnya dengan CV secara lengkap.
3. Peserta mengirimkan foto lukisan dalam ukuran 10 R (dalam kualitas sempurna), dengan disertai judul, ukuran, media, tahun pembuatan yang ditulis di belakang foto, dengan disertai konsep, isi atau muatan karya yang dikompetisikan.
4. Untuk peserta Internasional boleh mengirimkan lewat media on line, dengan alamat : jakartaartaward@yahoo.com
5. Tiap peserta boleh mengirimkan maksimal 5 (lima) karya. Karya yang boleh diikutkan adalah ciptaan tahun 2010 – 2012
6. Karya yang diikutkan dalam Jakarta Art Award tidak sedang diikutkan dalam kompetisi lain.
7. Karya yang dikompetisikan harus boleh dijual dalam pameran Jakarta Art Award.
8. Batas pengiriman foto lukisan adalah Jum’at 4 Agustus 2012, cap pos.
9. Nominator kompetisi akan dihubungi per telepon dan secara tertulis oleh Panitia.
10. Pemenang kompetisi akan diumumkan 28 September 2012 di Galeri North Art Space, Pasar Seni Ancol, Jakarta, dalam acara pameran “Jakarta Art Award 2012 : ”Dunia Ideal”.
Juri
Dewan Juri Jakarta Art Award 2012 :
- DR. Ing. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta)- Prof. Srihadi Soedarsono, MA (pelukis)- Dr. Oei Hong Djien (kolektor, pengamat seni)- Agus Dermawan T. (kritikus)- Agung Rai (direktur museum)- Prof. DR. M. Dwi Marianto (kurator, pendidik)- Seno Joko Suyono (wartawan seni budaya)- Frans Sartono (wartawan seni budaya)- Wang Zhineng (Christie’s International Hongkong, Singapura)
Penghargaan & Hadiah Jakarta Art Award 2012:
Memperebutkan 9 penghargaan:
Indonesia:
1 (satu) Karya Utama Rp. 100.000.000,-
5 (lima) Karya Juara @ Rp. 75.000.000,-
Internasional:
3 (tiga) Karya Terbaik @ US$. 7000,-Semua juara disertai Trofi dan Piagam
Korespondensi Alamat Panitia Lomba :
Karya-karya yang disertakan dikirim ke :
Panitia Jakarta Art Award 2012
NORTH ART SPACEPASAR SENI ANCOL
Jalan Lodan Timur no.7 – Jakarta Utara 14430
Telpon/fax : +62 21 6411874Email : jakartaartaward@yahoo.com

Popular posts from this blog

Berwisata di Waterland Ade Irma Suryani Cirebon

Tulisan ini pernah dimuat di koran Tribun Jateng edisi Kamis 30 Juli 2015 Menjelang sore hari, Cirebon Waterland Ade Irma Suryani tampak ramai, Sabtu (25/7). Sejumlah keluarga terlihat menikmati suasana senja di tepian pantai Cirebon itu. Mereka mengajak serta anak-anak yang sibuk dengan wahana permainan yang ada.
Teriakan anak-anak bersatu padu dengan gemuruh air dari beberapa kolam yang berbeda. Di waterboom beberapa anak terlihat naik tangga. Lalu meluncur melalui lintasan berkelok hingga tercebur ke kolam. Sementara anak lainnya, terlihat asyik menaiki ban menyusuri kolam arus. Beberapa orangtua juga turut basah kuyup menemani anaknya.

Kisah Ita Melawan Ganasnya Kanker Serviks

Tulisan ini pernah dimuat Tribun Jateng
Masa-masa sulit bagi Purwita Wijayanti (35) kini telah berlalu. Warga yang tinggal di Gang Riswan No 25 RT 5/1 Kelurahan Kober, Purwokerto Barat itu berbulan-bulan berjuang melawan kanker serviks yang menderitanya.
Menurut dia, menderita penyakit yang mematikan itu sungguh tak mengenakkan. Perasaan paling tak nyaman yang dialaminya selama pengobatan yaitu reaksi dari terapi radiasi   sinar eksternal. "Saya merasakan gatal dan panas. Dari pusar hingga ke bagian bawah. Gosong memang, tapi kalau terbakar tidak. Tak boleh mandi. Mual-mual juga rasanya," katanya saat ditemui Tribun Jateng di rumahnya, Jumat (8/5).

78 Tahun Panca Jaya Jual Obat Tradisional China

Robert Kelola Toko Sejak Umur 16 Tahun
Aroma rempah dan obat-obatan tradisional cukup menyengat di sebuah toko yang terletak di Jalan Gang Pinggir No 1 Semarang, Senin (16/2/2015). Beberapa petugas toko yang mengenakan seragam kaus hijau terlihat sibuk melayani pembeli. Sementara petugas lainnya terlihat mengemas obat.
Di toko tersebut, petugas yang seorang gadis itu tengah menumbuk obat Pien Tze Huang. Sebuah obat pengering luka yang diimpor dari Tiongkok. Obat yang berbentuk bulat itu ditumbuknya menjadi serbuk yang lembut. Lalu, dia mengemasnya dalam kapsul. Setiap biji obat itu bisa dikemas dalam enam kapsul. Toko tersebut berpapan nama "Panca Jaya". Hampir semua obat yang dijual di toko itu dilabeli dengan istilah China. Hanya beberapa obat yang merupakan produk lokal, seperti jamu Sido Muncul dan Borobudur yang terlihat di toko itu.