Posts

Showing posts from February, 2012

Geliat Sastra Kampus

OKEZONE, 27/02/2012
MANUSIA adalah hewan yang bicara. Segala tutur teratur menurut nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Begitu juga mahasiswa yang hidup di dunia kampus memiliki nilai yang diyakininya sendiri. Mendiskusikan apa yang menjadi isu kontemporer menjadi asupan sehari-hari. Di antara mereka ada yang idealis ada pula yang apatis. Dan kelak mereka akan keluar dari gerbang kampus membawa gelar sebagai wujud peraihan derajat intelektual yang tinggi.

Namun begitu ironis ketika mendengar tuturan satrawan Pramoedya Ananta Toer, bahwa pencapaian sederetan gelar apa pun tanpa mencintai sastra, baginya laiknya hewan yang pandai. Ya, ada yang luput dari bidikan para mahasiswa ketika membincangkan berbagai isu, baik sosial, budaya, pendidikan, ataupun yang lainnya. Satu perbincangan yang jauh dari sentuhan mahasiswa, yaitu sastra.

Ya, di kampus, sastra hanya diminati oleh orang-orang tertentu. Barangkali hanya mahasiswa Fakultas Sastra yang serius membincangkannya. Dan i…

Perlu Penambahan Armada

MEDIA INDONESIA (Opini Publik 116) 
Berbagai kalangan menilai pelayanan jasa transportasi kereta api tidak manusiawi. Pengelolaannya masih amburadul. Pasalnya, masih banyak penumpang yang memilih naik di atap gerbong meski sudah ada larangan dari petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI). Petugas pun sudah berupaya untuk menyadarkan masyarakat, betapa bahayanya naik di atap gerbong. Pemasangan semprotan cat misalnya, dibuat untuk membuat para ‘atapers’ itu jera. Lebih keras lagi, petugas memasang bola-bola beton di sepanjang lintasan KA. Namun, banyak kalangan menyayangkan kebijakan itu. Seingga upaya itu sia-sia belaka.

Ada yang luput dari perhatian PT KAI. Sebenarnya, persoalan tersebut sangatlah kompleks. Kondisi jalan raya yang selalu padat membuat masyarakat jenuh. Masyarakat lebih memilih jasa KA karena biayanya sangat murah dan tidak terjebak kemacetan.

Namun, animo masyarakat yang besar tak didukung dengan kuantitas KA. Akhirnya, banyak penumpang yang rela duduk di atap gerbong dem…

Download Tabloid SKM Amanat 117

Image
Silakan download di sini

Kebersamaan

Image
Namun kawan muda, hidup bersama kadang tak menenteramkan. Seperti kita saksikan di beberapa negara yang sedang mengalami konflik, Mesir misalnya. Di sana kekacauan merajalela. Orang-orang menghambur ke jalanan melakukaan aksi pemberontakan.
Pemimpin yang arogan, diktator, dan korup adalah misal dari akhlak madzmumah (laku tercela). Kita tahu bahwa perbuatan negatif seperti itu bakal merusak sendi-sendi kebersamaan. Hidup yang mulanya damai lantas berakhir ricuh sebab ada salah satu manusia yang berbuat cela.
Tak hanya urusan negara saja, keluarga pun tak menutup kemungkinan terjadi perpecahan. Kita simak saja di televisi, banyak kasus perceraian antara suami dan istri. Dan itu berakibat fatal. Bagaimana masa depan pendidikan anak jika kedua orang tuanya pisah? Padahal pendidikan yang paling utama adalah di lingkungan keluarga.
Kawan muda, kita sebagai anak tak ingin mengalami semacam itu bukan? Nah, marilah kita mencoba berusaha melanggengkan kebersamaan. Bagaimana caranya?
Caranya mudah …

Benahi Sistem Keamanan

Image
OKEZONE, 22/2/2012 Bagaimanapun, kekerasan selalu mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Penghadangan yang dilakukan kelompok masyarakat Dayak di Palangkaraya kepada aktivis Front Pembela Islam (FPI) adalah salah satu contohnya. FPI yang mempunyai jejak anarkis itu ditolak oleh masyrakat Dayak lantaran tak sesuai dengan budaya keberagaman yang dianut.

Penolakan itu lalu memicu masyarakat di berbagai tempat untuk turut melakukan penolakan. Bahkan, ada yang menginginkan ormas itu dibubarkan. Padahal, FPI adalah organisasi resmi yang dijamin oleh undang-undang. Menolaknya atau membubarkannya, sama halnya membelenggu hak-hak berserikat yang diatur oleh konstitusi.

Seyogianya, semua elemen masyarakat di negeri ini memiliki satu persepsi, bahwa kita hidup di sebuah negara yang menjunjung nilai demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman. Maka tidak dibenarkan pula sebuah ormas bertindak sekehendak hatinya. Apalagi sampai ke tindakan anarkis yang merugikan pihak …

Mengkaji Kebijakan Publikasi Karya Ilmiah

Image
SUARA MERDEKA, 11 Februari 2012
BARU-BARU ini, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melayangkan surat edaran kepada rektor se-Indonesia. Isi surat itu terkait kewajiban publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa. Mahasiswa program sarjana wajib publikasi karya ilmiah di jurnal ilmiah. Untuk mahasiswa  program magister di  jurnal ilmiah nasional, dan untuk mahasiswa program doktoral harus di jurnal ilmiah internasional. Kebijakan tersebut akan diberlakukan kepada lulusan setelah Agustus 2012 (Kompas, 6/2/2012). Setidaknya ada tiga alasan yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, terkait kebijakan itu. Pertama, untuk  menekan plagiarisme. Dengan adanya kebijakan publikasi karya ilmiah, menurut Nuh, akan lebih mudah mengontrol apakah suatu karya ilmiah orisinal atau plagiat. Kedua,  untuk pengembangan keilmuan. Dan ketiga, untuk mempercepat pengembangan keilmuan tersebut. Surat tertanggal 27 Januari…

Elegi Bunga Melati

Image
aku ingin yang pertama mengisap madumu
menghisap dengan jiwa dan raga


aku ingin yang terakhir dalam hidupmu
dalam maskapai cinta dan kasih sayang


: bunga melati yang selalu menyimpan wanginya untukku
wanginya harum surga

yang selalu menjaga warnanya untukku
seputih awan di saat riang

yang selalu mekar kala menyapaku
seperti bidadari menyapa dengan pelukan





Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

Image
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDA di mana pun berada, saatnya kita memikirkan bumi kita yang kian memanas ini. Perusakan bumi terjadi di mana-mana. Sebagai Sobat Bumi, apakah kita hanya berpangku tangan melihat itu semua?
Sebagai generasi MuDA hendaknya kita menjaga kelestarian bumi ini. Tentu dengan kemampuan kita masing-masing. Menanam pohon misalnya, selain menambah produktivitas CO2, juga memperelok pemandangan. Lingkungan menjadi hijau, sehingga mampu mengatasi atau setidaknya mengurangi pemanasan global.
Kita tahu sendiri, banyak polusi yang diproduksi setiap hari. Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap rokok, telah mencemari lingkungan. Sementara illegal loging masih menjarah hutan kita.
Mari, kita semua adalah generasi MuDA yang melanjutkan cita-cita bangsa. Jangan biarkan bumi kita rusak oleh ulah tangan-tangan jahil. Go green!
Nah, dalam rangka HUT Kompas MuDA ke - 5, KOMPAS MuDA bekerjasama denga Pertamina kembali menggelar ajang kompetisi bergensi t…

Pelatihan PAR

Image
Jurnalisme tak lepas dari kerja penelitian. Untuk  itu, pengelola Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat IAIN Walisongo menggelar Pelatihan Participatory Action Research (PAR) pada 25-27 Januari 2012 di Gedung Serbaguna kampus I IAIN Walisongo. Dr. Mukhsin Jamil, M.Ag dari Lembaga Penelitian IAIN Walisongo didapuk sebagai pembicara.


PAR merupakan suatu metode penelitian yang berorientasi pada perubahan sosial (social change). Berbeda dengan penelitian konvensional, dalam PAR, peneliti dan masyarakat sama-sama menjadi subjek penelitian untuk melakukan perubahan sosial. Dengan begitu, manfaat penelitian akan lebih mengena bagi masyarakat. 


Pemimpin Umum SKM Amanat, Khoirul Muzakki berharap, dengan pelatihan itu, kru SKM Amanat akan lebih peduli terhadap persoalan sosial. Sehingga karya jurnalistik yang dihasilkan mampu memberi efek sosial pada masyarakat. (Suara Merdeka, 28/01/2012)


Blog ini sedang diikutsertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

Universitas Faceebook

Image
#1 “Farah, terima kasih selama ini telah memotivasiku. Kini aku benar-benar senang sebentar lagi mimpiku terwujud.” Aku masih ingat betul kalimat terakhir yang kau ucap sebelum kita berpisah.
Ya, kukira tiga tahun sangatlah cukup untuk sekadar merajut persahabatan. Bangku SMA yang mempertemukan kita ternyata menciptakan jalinan yang tak bisa kita tinggalkan. Dan kau telah menyatu di hatiku. Kau tahu, betapa ngilu dadaku usai wisuda SMA saat itu.
Namamu dan teman-teman lainnya disebut-sebut kepala sekolah saat pidatonya.  Kau pasti senang telah diterima di universitas ternama di negeri ini. Aku juga masih ingat, kau menyambut dengan tawa histeris saat namaku juga disebut kepala sekolah.
Lalu aku hanya menyunggingkan bibir dengan terpaksa. Aha, mungkin kau senang aku juga diterima di universitas kota ini meski tak lagi bersamamu. Tapi kau tak melihat bukan, tatapan ayah dan ibuku di pojok sana. Wajahnya seketika mendung. Entahlah, sejurus kemudian kulihat hujan merintik di pipinya.
Di anta…