Posts

Showing posts from December, 2011

Mewarnai Sejarah Kartun di Indonesia

30 Oktober 2010 ERA 1980-1990-an disebut-sebut sebagai masa kejayaan kartun Indonesia. Itulah masa ketika kartun beroleh apresiasi yang baik dari masyarakat. Banyak kartunis lahir, banyak pameran dan lomba digelar. Media massa pun memberi ruang yang cukup bagi penampilan karya-karya kartunis Indonesia.


Kehadiran Secac turut mewarnai era yang hiruk-pikuk itu. Selain mengisi rubrik kartun di pelbagai media cetak, mereka juga kerap menggelar aneka kegiatan. Taruh misal Lomba Kartun Sumpah Pemuda se Jateng dan DIY (1983), Temu Kartunis dan Pameran Kartun Nasional (1983 dan1985), festival kartun Canda Laga Mancanegara (1988), dan Lomba Kartun Jamu Tradisonal (1990).


Dari semua kegiatan itu, Canda Laga Mancanegaralah yang paling fenomenal. Betapa tidak? Itulah festival kartun tingkat dunia pertama yang digelar di Asia Tenggara. Perhelatan tersebut melibatkan kartunis-kartunis kondang dari 37 negara, antara lain Jarolslav Dodal (Chekoslovakia), Borislav Stankovic (Yugoslavia), Carlos Raul Ortiz…

Bebas Berekspresi

Image
(Suara Merdeka, 01 November 2011)



Selembar kertas A3 menghampar di lantai. Sketsa wajah Pak SBY tergambar besar di sana. Presiden RI ke-6 memakai setelan jas biru muda lengkap layaknya ”kostum” presiden, tapi membawa seperangkat alat pikul.
Si empunya gambar, Sylvia Ratnasari Dewi, membiarkan karikaturnya tersebut. Tangannya sibuk mengaduk cat air di palet. Wajahnya serius banget. Tapi, ia nampak cukup menikmati kegiatannya itu. Gadis 20 tahun itu siap menggambar latar belakang untuk sang presiden.


Selain pensil dan cat warna, Sylvia juga membawa seperangkat cat poster, beberapa penghapus, dan perkakas melukis lain, yang semuanya berceceran di sekitar mahasiswi Jurusan Seni Rupa Unnes tersebut.
Hm, semrawut? Nggak kok. Memang begitulah cara Sylvia menggambar. Ia sengaja mencecerkan peralatan gambarnya itu, biar suasananya kayak di rumah.


”Di rumah atau kos, aku biasa nggambar dengan cara kayak gini. Nah, aku pengin membawa suasana rumah ke gedung ini. Biar lebih bisa mencurahkan ide, bebas…

Dulu Tersenyum, Sekarang Masih...

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Suara Merdeka, 02 Maret 2011)
PAMERAN kartun Secac Reborn seolah mengingatkan kita bahwa sebenarnya negeri ini tak beranjak ke mana-mana. Bagaimana tidak, beberapa tema yang diusung kartun-kartun dengan angka tahun 80 atau 90 an, ternyata masih nyambung dengan kondisi sekarang. Saat melihatnya, kita masih bisa tersenyum atau bahkan tertawa dan mungkin sembari berpikir mengapa tema candaan itu masih terjadi.

Sebagian besar dari 150 kartun yang dipajang di Galeri Merak Suara Merdeka tersebut memang mengusung tema persoalan sosial, seperti korupsi, kolusi, politik kotor, kerusakan lingkungan, dan lainnya. Kartun telah menjelma menjadi salah satu media yang tepat untuk mengangkat tema-tema itu. Harapannya tentu, masyarakat akan sadar jika ada masalah di sana. Tapi, jika ka…

Semarang Cartoonist Club: Kelompok Kartunis Terbesar di Indonesia

(Suara Merdeka, 29 Oktober 2010) * Oleh Rukardi


IBU Kota Indonesia adalah Jakarta, tapi tahukah Anda, Ibu Kota Kartun Indonesia? Jangan pernah mencari jawaban pertanyaan itu dari ensiklopedia, karena dijamin tak akan menemukannya. Tanyakan saja pada kartunis, pengamat, atau penggemar kartun di Indonesia, niscaya mereka sepakat menunjuk Kota Lumpia.


Ya, pada masanya Semarang pernah berjuluk Ibu Kota Kartun Indonesia. Julukan yang dicetuskan kali pertama oleh Arswendo Atmowiloto itu didasarkan pada realitas perkembangan kartun yang ada di sana. Pada 1980-an, kartunis Semarang tumbuh bak cendawan di musim penghujan. Mereka merajai lembar halaman kartun media massa di Indonesia. Saking dominannya, sampai-sampai ada anekdot: Di mana ada rubrik kartun, di situ ada karya anak-anak Semarang.


Kebanyakan kartunis Semarang berproses dalam kelompok. Ada kelompok yang disatukan oleh lokus domisili, seperti Kartunis Tandang (Kartan) dan Kartunis Banyumanik (Karnik). Ada juga kelompok berbasis gender, y…

Karya Kartunis Bisa Jadi Sindiran Bagi Pemerintah

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Suara Merdeka 26 Februari 2011)
Semarang, CyberNews. Hasil karya kartunis bisa menjadi sindiran sekaligus koreksi untuk pemerintah, utamanya untuk masalah dan penanganan rob di Semarang. Hal itu dikatakan Walikota Semarang, Soemarmo H.S saat membuka pameran kartun dan reuni Secac (Semarang Cartoon Club) yang pertama di tahun 2011, yang bertajuk "Secac Reborn" di Galeri Merak Suara Merdeka, Sabtu (26/2).

"Harapannya selain bisa menghasilkan karya-karya yang berkualitas, kartunis Semarang juga bisa mengangkat pembangunan Kota Semarang," tambahnya.

Soemarmo menuturkan dirinya sudah mengunjungi pameran Secac sebanyak dua kali. Menurutnya, melalui pameran ini dunia kartunis di Indonesia, khususnya di Semarang sudah mulai berkembang. "Itu bisa dilihat…

Remy Sylado Puji Secac Reborn

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Suara Merdeka, 08 Maret 2011)
SEMARANG - Meski dikejar waktu, sastrawan dan juga munsyi (ahli bahasa) Remy Sylado meluangkan diri melihat pameran kartun Secac Reborn. Remy mencermati beberapa karya yang dipamerkan di Galeri Merak Suara Merdeka, Senin (7/3).

Ditemani pendiri Secac, Yehana SR dan budayawan Djawahir Muhammad, dia memuji karya-karya yang terpajang. "Saya kira karya-karyanya cukup baik. Temanya juga bermacam-macam. Jitet misalnya menyinggung soal lingkungan," ujarnya.

Dia mengaku selalu merasa dekat dengan Secac (Semarang Cartoon Club). Sebab, para pendiri klub itu dan beberapa anggotanya hingga sekarang masih menjadi temannya dan tak pernah putus hubungan.

Pada kunjungan kilatnya ini, dia terlihat tertarik dengan beberapa kartun yang telah lama di…

Pameran Kartun Secac Pajang 150 Karya

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Suara Merdeka, 25 Februari 2011)
Semarang, CyberNews. Lebih dari 150 kartun akan dipamerkan di Pameran Kartun dan Reuni Secac Reborn. Acara tersebut akan dilangsungkan di Galeri Merak Suara Merdeka Jalan Merak No 11 A. Menurut rencana, Wali Kota Soemarmo HS dan CEO Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono akan membuka pameran Sabtu (26/2) pukul 19.00.

Salah seorang anggota Secac (Semarang Cartoon Club) Koesnan Hoesie saat ditemui di tengah persiapan acara di Galeri Merak mengatakan, 150 an karya tersebut berasal lebih dari 50 kartunis. Kartun-kartun itu sendiri berangka tahun mulai dari 80-an hingga terkini.

"Pameran akan berlangsung hingga 5 Maret pada pukul 09.00-16.00. Selain memajang karya, beberapa kartunis juga akan melakukan demo melukis kartun," kata…

Lawan Teror dan Korupsi dengan Senyuman

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (SUARA MERDEKA – Senin, 03 Oktober 2011)
”BANYAK pejabat masuk penjara,” ujar seorang pria pada istrinya. Tak jauh dari mereka berdiri, sang anak yang mendengar ucapan ayahnya bercelutuk, ”Berarti, beda penjahat dan pejabat itu tipis ya?”

Dialog satire itu terungkap pada kartun milik Slamet Widodo yang dilukis di atas kertas sepanjang 200 meter lebih. Memang tak hanya Slamet yang melukis di atas kertas tersebut. Ada lebih dari 30 kartunis yang sebagian besar tergabung dalam Semarang Cartoon Club (Secac) beraksi pada acara yang dilangsungkan Minggu (2/10) pagi bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day di Jalan Pemuda.

Abdullah Ibnu Thalhah termasuk yang berpartisipasi. Dia melukis sepasang lelaki dan perempuan yang sedang duduk bersanding. Sepintas tak ada yang aneh deng…

Secac Meriahkan Car Free Day

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Suara Merdeka Cyber, 05 Maret 2011)
Semarang, CyberNews. Para kartunis Semarang yang tergabung dalam Semarang Cartoon Club (Secac) akan ikut memeriahkan Car Free Day (CFD). Menurut rencana, mereka akan menggelar Cartoon Weekend di CFD Jalan Pemuda Minggu (6/3).

Wakil Ketua Secac A Ibnu Thalhah saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi kartun terhadap masyarakat. "Anggota-anggota kami akan turun untuk melukis kartun langsung di lokasi. Kami juga berharap masyarakat yang tertarik bisa bergabung," jelasnya, Sabtu (5/3).

Dia juga memaparkan, Secac kini telah mempunyai kepengurusan yang baru. Kepengurusan baru yang dipilih pada rapat minggu lalu, memutuskan Slamet Widodo sebagai ketua. Sementara dia sendiri sebagai wa…

Kartunis Semarang Gelar Reuni dan Pameran Kartun

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Kawan MuDa masih ada dua hari lagi untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina. Ayo tetep nyari informasi di blog Corart-Coret. Kompetisi Web Kompas  MuDA Pertamina (Tempo, 23 Januari 2011)
TEMPO Interaktif, Semarang - Semarang Cartoon Club (SECAC) atau Klub Kartunis Semarang, Jawa Tengah, akan menggelar reuni dan pameran karya-karya kartun. Salah satu panitia, Koesnan Hoesi, menyatakan, acara tersebut dilatarbelakangi semakin minimnya kartunis yang ada di Semarang. "Padahal, pada tahun 1980-an, banyak sekali kartunis di Semarang. Para kartunis yang saat ini berkarya juga banyak yang dari Semarang," kata Koesnan kepada Tempo, Ahad (23/1).

Para kartunis di Semarang menginginkan adanya kebangkitan karya-karya kartun dari kota itu seperti pada 1980-an. Saat itu, kartunis di Semarang jumlahnya mencapai 400 orang . "90 persen kartunis di Indonesia berasal dari Semarang. Sekarang kartunis Semarang hampir habis," ujar K…

Pantang Bahas SARA Lebih Baik Angkat Isu Universal

(Seputar Indonesia 24 Nov 2011) Semarang Cartoon Club (SECAC) merupakan wadah untuk para kartunis maupun penikmat kartun bertemu. Beragam isu-isu universal dibicarakan dan dituangkan dalam karya kartun.

Seorang pria paruh baya terlihat asyik mencorat-coret di atas kertas dengan menggunakan spidol.Adalah Slamet Widodo yang sedang membuat kartun tentang seseorang berpakaian camping yang sedang melambaikan tangan.”Karikatur ini bentuk sapaan sebagai tanda perkenalan saja atau tidak ada pesan khusus,”ujarnya kemarin. Slamet yang telah 20 tahun berkecimpung di dunia kartun ini memang selalu membawa pesan-pesan khusus dalam menciptakan karya.

Berbagai isu sosial diangkat menjadi bentuk visual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat maupun pemangku kebijakan. Sebagai contoh,kegigihan tim sepak bola U-23 bertanding di ajang SEA Games XXVI bertajuk ‘Euforia U-23’. Kartun yang belum dipublikasikan tersebut menggambarkan olahraga dapat menyatukan semua golongan dan sejenak melupakan intrik politi…