Posts

Showing posts from September, 2010

Gubug

di balik pintu jerami
trgantung dengan rapi
sebuah nama
dalam ukiran jati

itu bukan nama,
maksudku adalah kau
yang masih mengalir di nadiku
dan memaksa tuk tetap ada

gubug yang ditinggal
seseorang yang dicinta
hingga masih utuh namanya
terpajang pada dinding jerami

iapun merindukan
kelak nama itu akan datang
untuk kembali menghuni
atau sekadar ambil namanya

maka setiap hari
ia tilawahkan nama itu
bersama getaran dinding jerami
yang setia mengamini doanya

wahai nama...
jika kau lupa
bahwa gubug itu menyimpan namamu
maka ambil, biar tak ada jejak tentangmu

wahai nama...
jika kau ingat
kembalilah ke gubug itu

wahai nama...
gubug itu,
maksudku, aku.

Ngaliyan, 12 April 2010

Layang-layang

Sengaja kau kulepas
melayang di awan
membawa mimpiku
dan kutitipkan pada angin
agar kau mampu sampaikan rinduku

April 2010

Bunga

Bagai bunga,kau sungguh menawan
hadirmu harumkan ruang di hati
kapan kau ijinkan aku memetikmu?
kan kusesap madumu

April 2010

Hujan

dengarlah, pohon2 itu menggigil kedinginan
pun hatiku yg bergetar, saat petir menyambar
kan kuungkap jika hujan reda,
Mei 2010

Kenangan April lalu

Candaku bersamau masih terkenang,
masih menyisir anganku yang kusut
tuk kembali raih ingatan-ingatan yang telah terkubur oleh waktu.
menyapu segala derita yang mengerak di otak.
dan akupun tak sadar, saat ini kita tak bersama lagi.
menjelajahi keindahan, aku dan dirimu bersama waktu yang terlewatkan...
dan kenangan yang terukir di angan.
jikapun pernah kau ukir, namaku di hatimu,
maka itulah penanda nota bahwa kita pernah bersama.
dan yang pernah tinggal bersama di kota hati.
Juni 2010

Payung

aku teringat, saat kita bersama
berteduh di payung asmara
namun terlalu cepat
hujan merusak payung kita
tetapi tidak dengan hatiku

hujan sore ini
sedikit membuatku menggigil
kedinginan
tapi, tak sampai bekukan hatiku
karena di situ
masih ada namamu

sayang, kini payung telah hilang
dan hujan terus mengguyur
maka kita tunggu
siapa yang bertahan atas dingin ini.


Juni 2010